Update Korban Meninggal Banjir Bandang Agam Naik Menjadi 47 Orang, Evakuasi Masih Berlangsung
Cerita Lubuk Linggau – Update Korban Meninggal Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus menelan korban jiwa. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal telah bertambah menjadi 47 orang, menurut data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Agam selama beberapa jam, memicu luapan sungai serta longsor di beberapa titik desa. Aliran air deras membawa material lumpur dan kayu, menghancurkan rumah dan fasilitas umum.
Evakuasi dan Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih melakukan pencarian dan evakuasi di daerah terdampak. Beberapa desa, terutama di sekitar aliran Sungai Batang Agam, masih terisolasi akibat material banjir yang menutup akses jalan.
“Kami masih fokus melakukan pencarian korban yang tertimbun tanah longsor dan material banjir. Kondisi medan yang sulit dan curah hujan tinggi memperlambat proses evakuasi,” ujar Kepala BPBD Agam.
Baca Juga: Pemerintah Kirim Tenda hingga Perangkat Komunikasi ke Wilayah Bencana Sumatera
Update Korban Meninggal Dampak Banjir Bandang
Selain korban jiwa, ribuan warga terdampak kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan akses ke kebutuhan pokok. Infrastruktur seperti jembatan, jalan desa, dan fasilitas publik juga mengalami kerusakan berat, memperlambat distribusi bantuan ke daerah-daerah yang terisolasi.
Pemerintah daerah bersama BNPB telah mendirikan posko pengungsian serta menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, dan air bersih untuk meringankan penderitaan warga terdampak.
Update Korban Meninggal Imbauan dan Peringatan Dini
BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan tanah longsor di wilayah rawan. Peringatan dini dari BMKG menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa kawasan pegunungan Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan.
“Kami meminta warga mengikuti arahan evakuasi dan selalu memantau informasi resmi agar terhindar dari risiko tambahan,” tambahnya.
Hingga kini, upaya pemulihan dan evakuasi terus berjalan, dengan prioritas utama menyelamatkan warga dan mempercepat distribusi bantuan ke desa-desa terdampak.






