1. Kronologis Dugaan Korupsi Aliran Dana Mencuat di Persidangan DJKA
Cerita Lubuk Linggau – Kronologis Dugaan Korupsi Kasus berawal dari OTT KPK pada 11 April 2023 terhadap sejumlah pejabat di Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub—khususnya di Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah (kini BTP Semarang)
Dalam persidangan pada 9 November 2023, terungkap bukti bahwa KPK menyita uang tunai sekitar Rp 3 miliar, dalam pecahan rupiah dan mata uang asing, dari rumah Sudewo
2. Pengakuan dan Pembelaan: Sudewo Bantah Terima Uang Haram dan Klaim Legalitas Dana
Menurutnya, hal ini pernah dia sampaikan saat pemeriksaan dua tahun sebelumnya
Baca Juga: Pertamina Pastikan Distribusi Energi Normal, SPBU Dan LPG Aman
3.Kronologis Dugaan Korupsi Kembalikan Uang, Tapi Hukum Tetap Jalan
Selain itu, penyidikan terus berjalan untuk mendalami dugaan aliran dana ke Sudewo melalui keterangan saksi dan dokumen pendukung
4. Desakan Publik dan Gejolak Politik Lokal
Aksi rakyat mewarnai dinamika politik di Pati. Pada pekan sebelumnya, terjadi unjuk rasa besar-besaran terhadap kebijakan kontroversial Bupati, termasuk kenaikan pajak PBB-P2 sebesar 250%, mendorong DPRD membentuk pansus hak angket hingga ancaman pemakzulan
KPK juga menerima 350 surat warga Pati yang mendesak penuntasan kasus dan penahanan Sudewo
Ringkasan Kronologis
| Tahapan Utama | Detail Singkat |
|---|---|
| OTT DJKA (April 2023) | Awal kasus, di Balai Teknik Perkeretaapian Semarang |
| Sidang Persidangan (Nov 2023) | Terkuaknya bukti uang dan dugaan suap Rp 720 juta |
| Penyitaan Uang Rp 3 Miliar | Dari rumah Sudewo, jadi bukti visual di sidang |
| Pemeriksaan KPK (Agustus 2025) | Sudewo dicecar dan membantah semua tuduhan |
| Pengembalian Uang | Meski dilakukan, tidak batalkan pidana |
| Tekanan Publik | Demo dan surat warga mendorong penegakan hukum lebih lanjut |
Inti dan Implikasi
Kasus ini mencakup gabungan kompleksitas politik, hukum, hingga manuver publik:
Dugaan aliran dana korupsi masih menghantui figur yang juga mengalami gejolak politik lokal.
Meskipun Sudewo mengaku tidak bersalah, dan telah melakukan klarifikasi, proses hukum berjalan lanjut.
Ini menjadi simbol bahwa reformasi daerah tetap penting dan penegakan hukum tidak tebang pilih.






