Indosat Indosat Indosat

Eksistensi Perahu Eretan di Kali Gendong Jakut Bertahan di Tengah Modernisasi Transportasi

Eksistensi Perahu Eretan
Indosat

Eksistensi Perahu Eretan di Kali Gendong Jakut Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Transportasi

Cerita Lubuk Linggau – Eksistensi Perahu Eretan Di tengah derasnya arus modernisasi transportasi di Jakarta, sebuah tradisi lokal tetap eksis di Kali Gendong, Jakarta Utara.


Perahu Eretan: Warisan yang Masih Hidup

Perahu Eretan memiliki ciri khas bodi kayu panjang dengan dayung manual. Bentuknya sederhana, namun fungsinya penting bagi warga setempat, terutama:

Indosat

Menyebrang sungai atau kanal yang sulit dijangkau jalan raya,

Mengangkut hasil tangkapan ikan dan sayuran dari kampung pesisir ke pasar,

Menjadi sarana transportasi alternatif ketika kendaraan bermotor sulit melintas karena padatnya wilayah permukiman atau kanal sempit.

Menurut seorang nelayan senior, “Perahu Eretan bukan hanya transportasi, tapi bagian dari identitas dan sejarah kami. Generasi lama masih menggunakannya karena praktis dan murah.”Perahu Eretan Masih Bertahan di Jakarta


Baca Juga: Palsukan 550 Data Nasabah 8 Orang Pegawai Dua Bank BUMN di Lampung Tersangka, Rugikan 2,4 Miliar

Tantangan di Tengah Modernisasi

Meskipun tetap eksis, Perahu Eretan menghadapi berbagai tantangan:

Persaingan dengan transportasi modern – ojek online air, speedboat, dan perahu bermotor menawarkan kecepatan dan kenyamanan yang lebih tinggi.

Perubahan pola hidup warga – sebagian generasi muda lebih memilih kendaraan bermotor atau jalan kaki karena lebih cepat.

Kondisi sungai – sedimentasi, sampah, dan pencemaran membuat jalur perahu semakin sempit dan sulit dilalui.

Meski begitu, sebagian warga tetap mempertahankan tradisi ini karena biaya operasional rendah dan kearifan lokal yang melekat pada budaya pesisir.


Perahu Eretan sebagai Simbol Kebudayaan Lokal

Lebih dari sekadar transportasi, Eretan memiliki nilai budaya dan sosial:

Warga sering berkumpul di tepian Kali Gendong, saling bertukar informasi dan cerita, menciptakan interaksi sosial yang erat.

Perahu Eretan juga menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal yang ingin melihat cara hidup tradisional masyarakat pesisir Jakarta.

Beberapa komunitas mencoba memodifikasi perahu agar lebih nyaman tanpa menghilangkan nilai tradisional, misalnya dengan tambahan kanopi atau kursi sederhana.


Harapan untuk Kelestarian Perahu Eretan

Pemerintah dan komunitas lokal di Jakarta Utara berupaya menjaga eksistensi perahu Eretan:

Penyediaan jalur sungai bersih agar perahu bisa beroperasi dengan aman,

Pelatihan generasi muda untuk menjadi pengemudi Eretan agar tradisi tidak punah,

Promosi pariwisata budaya untuk menambah nilai ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap tradisi ini.

Seorang tokoh masyarakat mengatakan, “Modernisasi transportasi memang penting, tapi tradisi lokal seperti Eretan harus tetap hidup sebagai warisan budaya. Ini bagian dari identitas kampung pesisir kami.”


Kesimpulan

Di tengah modernisasi dan kemajuan transportasi, perahu Eretan di Kali Gendong Jakarta Utara tetap bertahan. Keberadaannya bukan hanya soal alat transportasi, tetapi juga simbol budaya, identitas, dan kearifan lokal. Meski menghadapi tantangan zaman, keberlanjutan Eretan bergantung pada keseimbangan antara modernisasi, pelestarian budaya, dan partisipasi masyarakat setempat.

Indosat